![]() |
| Mevlut Mert Altintas |
Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan, pelaku serangan itu adalah Mevlut Mert Altintas, seorang lelaki berusia 22 tahun. Altintas bekerja sebagai polisi anti-huru-hara di Ankara selama dua setengah tahun terakhir. Namun, belum diperoleh keterangan lebih jauh, apakah ketika penembakan terjadi, Altintas memang sedang bertugas atau tidak.
Jika dia tak sedang bertugas, bagaimana mungkin dia mendapatkan akses masuk ke lokasi pusat kebudayaan itu sambil membawa senjata.
Sejumlah media di Turki menyebut, kini ayah dan ibu Altintas ikut ditahan untuk dimintai keterangannya. Mereka tinggal di wilayah barat Turki. Sementara itu, Wali Kota Ankara, Melih Gokcek mengeluarkan spekulasi melalui akun Twitter-nya, dengan menyebut bahwa polisi pelaku penembakan itu terkait dengan kelompok Fethullah Gulen.
Gulen selama ini disalahkan sebagai dalang upaya kudeta di Turkipada bulan Juli lalu, untuk menggulingkan Presiden Recep TayyipErdogan. Seperti diberitakaan AFP, hingga kini pun belum jelas apakah aksi Altintas dilakukan seorang diri, juga belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
![]() |
| Mevlut Mert Altintas, setelah menembak Andrei Karlov Duta Besar Rusia ke Turkey |
Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, saat penembakan, Karlov tengah menyampaikan pidato di podium untuk membuka pameran foto bertajuk "Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki". Peristiwa itu terjadi di Gedung Cagdas Senat Merkezi, Ankara.
Tiba-tiba, salah satu tamu di acara tersebut mengeluarkan pistol lalu menembak sang duta besar dan pelaku dengan segera dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Karlov sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong.
Dalam serial foto yang dipublikasikan kantor berita Associated Press, tampak seorang pria berdiri dengan mengangkat pistol di tangan kanannya.


Post a Comment