Bahaya Meludah Sembarangan Bagi Kesehatan Orang di Sekitar

Photo by halodoc
Wikipini - Melihat orang yang sering meludah sembarangan di jalanan bukanlah pemandangan yang ingin dilihat bagi banyak orang begitu mereka menginjakkan kaki ke luar rumah. Dari sudut pandang medis, meludah bukan hanya sekedar masalah sosial, namun bisa menimbulkan potensi bahaya bagi lingkungan.

Banyak penyakit menular yang bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan air liur dan dahak, seperti seperti saat batuk atau bersin. Itu sebabnya Singapura memberikan denda yang tidak main-main bagi mereka yang berani sembarangan meludah di tempat umum — hingga hampir 10 juta rupiah!

Berbagai penyakit yang bisa disebarkan akibat sering meludah sembarangan
Risiko penularan organisme menular kepada orang lain melalui air liur termasuk kecil, ungkap Michael Benninger, MD, dilansir dari Cleveland Clinic. Ini karena air liur memiliki antibodi dan enzim yang menurunkan risiko penularan.

Namun, kuman dan bakteri yang hadir dalam liur seseorang bisa tetap hidup dalam waktu lama bahkan setelah diludahkan, yang bisa meningkatkan risiko penularan. Sejumlah virus dan bakteri dapat bertahan hingga 6 jam di udara dan lebih dari 24 jam jika kondisi lingkungan tumbuh kembang yang optimal. Belum lagi jika mempertimbangkan ketahanan tubuh orang-orang di sekitar yang tentu beragam.

Kebiasaan sering meludah sembarangan harus tetap dipertimbangkan sebagai salah satu faktor risiko penyebaran penyakit, terutama di wilayah-wilayah yang masih rentan penularan penyakit menular. Menurut para ahli kesehatan, dahak dari pasien yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit pernapasan yang ditularkan lewat udara seperti tuberkulosis, pneumonia, dan influenza (termasuk flu burung, MERS, SARS, dan flu babi). Kuman-kuman ini bisa saja berpindah dari ludah di jalanan dan masuk ke hidung, tenggorokan, dan paru-paru orang sekitarnya.

Tuberkulosis bisa disebarkan lewat ludah dan dahak yang dibuang sembarangan

Ambil contoh tuberkulosis atau TB, Sampai saat ini Indonesia masih menjadi negara penyumbang TB terbesar ketiga di Asia setelah Cina dan India. Sebanyak 0,24% penduduk Indonesia menderita penyakit ini. TB menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Baca artikel selanjutnya melalui sumbernya Disini...

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post