Indahnya Generasi yang Lahir Tahun 60-90an

Permainan Anak Generasi 60-90an
Wikipini - Generasi 1960-1990 kini memiliki usia sekitar 20 – 50 tahun. Ada beberapa hal mengapa generasi ini bisa dikatakan memiliki masa-masa yang indah, dan jarang sekali dijumpai pada dewasa kini. Berikut merupakan masa-masa yang indah itu :

1. Generasi Paling Beruntung

Kami bukan anak Gadget, namun tetap bahagia
Generasi ini bisa dikatakan merupakan generasi layak disebut generasi paling beruntung. Ya, walaupun kini generasi ini mengalami loncatan teknologi. Tetapi, sebagiannya pernah menikmati suasana menggunakan lampu petromax, lampu minyak, sampai lampu bohlam, TL, hingga LED. Terbayang kan gimana asiknya ?

2. Generasi Yang Menikmati Mesin Ketik

Mesin Ketik
Generasi 90-an juga bisa dikatakan generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik, dan pada massa kini, jari-jemari kita masih lincah walau beralih dengan keyboard dari laptop.

3. Generasi yang mengalami hal lucu

Generasi Kaset Pita
Generasi ini juga merupakan generasi terakhir yg merekam lagu dari radio dengan tape recorder, ya walau kadang pitanya kusut. Kini karena teknologi makin berkembang, kita bisa menikmati lagu dengan mudahnya. Hanya tinggal download lagu dari gadget, langsung ada.

4. Generasi yang masa kecilnya tumbuh lebih sehat

Anatara permainan masa kecil
Generasi 90-an meupakan generasi yang masa kecilnya bisa dikatakan bertumbuh lebih sehat dari anak masa kini. Ya, karena generasi ini permainannya layaknya olahraga. Seperti lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, gobak sodor, main kelereng, karetan, sumpit-sumpitan, dan banyak lagi. Tetapi kini walau generasi 90-an, mata dan jari tetap lincah memainkan berbagai game di gadgetnya.

5. Generasi yang kumpul tidak dipengaruhi teknologi


Pada masa remaja generasi ini, bisa dikatakan generasi terakhir yang pernah mempunyai kelompok atau geng pada zamannya tanpa telpon atau sms, tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi. Ya, Karena kita adalah generasi yang berjanji cukup dengan hati, dan seiring majunya teknologi.



Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama, Kini kita tetap bisa ber “‘wkwkwkwk”
Di grup Facebook, whatsApp, dan lainnya.

6. Tidak mengalami macet

Jalan Raya Gajah Mada, Denpasar, Bali 1975
Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana, dan bersepeda onthel atau motor hanya sekedar untuk menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala. Eits, sekarang jangan yah. Harus patuh aturan lalulintas berkendara.

7. Nonton TV Hitam Putih

Nonton TV Itam Putih di rumah orang yang punya TV bayar 25 Rupiah
Generasi terakhir yang pernah merasakan nikmatnya nonton TV yang layarmya cuman hitam putih, dengan rasa senang hati rame-rame satu kampung tanpa diganggu remote untuk pindah chanel sana sini, dan strumya, hanya menggunakan power supply aki yang jika strumnya akan habis layar TV-nya jadi ciut tinggal separo.

8. Selalu Berdebar-debar Nunggu Hasil Foto

Kita adalah Generasi yang selalu berdebar-debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita.

Photo Mahasiswa Tahun 70an
Generasi ini juga selalu menghargai dan berhati-hati dalam mengambil foto dan tidak menghambur-hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek.

Saat hasil jepretanya dengan muka jelek, kita menerimanya dengan rasa ihklas. Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto. Ya, tanpa ada editan Camera 360, Photoshop atau Beauty Face.

Betul- Betul generasi yang menerima apa adanya.

9. Generasi yang Mengharapkan Datang Pak Pos

Photo Model Replikasi Museum Pos, Bandung
Kitalah generasi terakhir yg pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati. Ya, kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yang limited edition. Kita adalah generasi yg patuh dan takut kepada orang tua. Ya, walau nakalnya sembunyi-sembunyi. Tapi kita generasi yang mau mendengar dan komunikatif terhadap anak cucu.

Itulah kita diantara kenangan-kenangan yang banyak lagi, selalu bersyukur atas nikmat nyg telah kita terima sebagai generasi itu.

[fb]

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post