SAS mengatakan, "Tanpa Pasukan Cina Tidak Ada Indonesia"

Said Aqil Siradj
Said Aqil Siradj
Sekali lagi SAS (Said Aqil Siradj), ketua PBNU menyatakan pernyataan penuh kontroversial dan bertentangan dengan pemahaman kebangsaan secara umum bahwa Indonesia merdeka karena teriakan "Allahu Akbar".

Said Aqil Siradj melontarkan pernyataan kontroversial. Banyak netizen terkejut dengan pernyataan tersebut. Pasalnya, Said Aqil menyebut tanpa pasukan Cina tidak ada Indonesia.

Pernyataan itu merupakan kesimpulan yang ia dapatkan dari peran Pasukan Cina dalam sejarah kerajaan Majapahit.

“Kalau kita urut, tanpa ada 17 Agustus 1945, tidak akan ada negara Republik Indonesia. Tanpa sumpah pemuda, tidak ada semangat satu nusa satu bangsa, satu bahasa. Tanpa sumpah palapa, tidak akan ada sumpah pemuda. Tanpa Majapahit, tidak akan ada sumpah palapa. Tanpa pasukan Cina, tidak akan ada Majapahit. Artinya, tanpa pasukan Cina, tidak ada Indonesia,” kata Said Aqil dalam pidato yang videonya beredar di media sosial.

Mendapatkan banyak tepuk tangan, Said Aqil pun melanjutkan.
“Yang berani ngomong ini Cuma saya ini. Yang lainnya takut semua,” tandasnya

Berikut Videonya yang di unggah ole Channel Beda Media

[youtube src="R4oMW_6yhgE"/]

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post