![]() |
| Mukidi, Paijo dan Tukimin |
Suatu hari mukidi bicara pada Paijo dan Tukimin. Mukidi mengatakan bahwa dia melihat bendungannya ada kebocoran kecil, dan Mukidi mengajak Paijo dan Tukimin untuk gotong royong menambal bendunganya. Namun tak mendapat tanggapan dan tak digubris oleh kedua tentangganya itu.
Setiap hari Mukidi was-was dan tidak tenang memikirkan soal bendungan yang bocor itu. Mukidi khawatir lubang kecil yang bocor akan menjadi semakin besar. Ssetiap saat mukidi meninjau lubang kecil yg bocor, dan melihat semakin lama sedikit demi sedikit lubangnya bertamah lebar dan membesar.
Mukidi datang menemui Paijo dan mengajaknya membantu menambal lubang. Namun Paijo merasa terganggu dengan ajakan Mukidi sehingga terjadi petengkaran-petengkaran kecil.
Sementara dari jauh Tukimin menertawakan mereka berdua. Tukimin berkata,
Goblok banget mereka berdua, masalah sepele saja diributin...
Mukidi sedikit memaksa ingin menambal lubang yang di maksud namun Paijo mengatakan Mukidi Terlalu Paranoid.
Kedua duanya sama gobloknya... Cuma begitu kok dibela belain ribut..
Akhirnya lubang kecil dibendungan tidak jadi ditambal karna mukidi merasa tak tenang dan tau bahaya siap mengancam kapan saja setelah lubang smakin bertambah besar. Akhirnya mukidi waspada...
Di Suatu malam tiba-tiba bendungan pecah dan menghanyutkan apa saja yg berada dibawah bendungan tersebut sehingga rumah Paijo, rumah Tukimin dan rumah Mukidi hanyut bersama air bendungan.
Namun Mukidi beserta keluarganya selamat membawa harta yg sempat dibawa mengungsi jauh-jauh hari sebelumnya. Sementara keluarga Paijo dan Tukimin ikut hanyut karna tak sempat menyelamatkan diri.
Iktibar
Mari kita perhatikan dari kisah diatas ada tiga jenis orang;
- Orang yg peduli dan waspada terhadap bahaya yang mengancam di hari kemudian.(Mukidi)
- Orang yg menyalahkan terhadap yg peduli akan suatu hal yang mengancam. (Paijo)
- Orang yg tidak peduli karna tidak menyadari bahaya yg mengancam di hari kemudian. (Tukimin).
Nah bayangkan jika bahaya yang mengancam itu bukan cuma pada rumah dan keluarga anda, tapi bahaya buat agama dan aqidah anda?
Bayangkan jika agama anda di hina dan di lecehkan. Dan tidak mustahil suatu hari tidak akan ada lagi yang peduli ketika agama anda dilecehkan. Tidak akan ada lagi yg peduli ketika agama anda di tindas.
Sekarang anda akan pilih jadi orang seperti apa. Mukidi, Paijo atau Tukimin?
Keputusan ada ditangan anda...
Oleh: Satriya Anu

Post a Comment